Prosesnya pada dasarnya sama di seluruh Indonesia. Berikut panduan langkah demi langkah yang mendetail.
Langkah 1 — Pilih platform yang tepat
Pilih bursa dengan pasar P2P IDR yang aktif. Binance, OKX dan Bybit adalah yang paling banyak digunakan di Indonesia. HTX dan Bitget juga merupakan pilihan solid dengan likuiditas P2P IDR yang baik. Pertimbangkan: likuiditas P2P IDR, rekam jejak keamanan, struktur biaya, dan dukungan antarmuka Bahasa Indonesia.
Langkah 2 — Buat akun dan selesaikan KYC
Daftar dengan email Anda. Untuk limit lebih tinggi, Anda perlu menyelesaikan verifikasi identitas (KYC). Siapkan KTP atau paspor. Proses KYC biasanya memakan waktu 5–30 menit dan disetujui dalam beberapa jam. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) menggunakan aplikasi autentikator, bukan SMS.
Langkah 3 — Deposit melalui P2P
Buka menu P2P, pilih beli USDT dengan IDR. Filter penjual berdasarkan metode pembayaran yang Anda miliki. Prioritaskan penjual dengan tingkat penyelesaian di atas 95% dan ratusan transaksi. Kripto ditahan dalam escrow platform. Transfer pembayaran, konfirmasi telah ditransfer, dan setelah penjual mengonfirmasi, USDT dirilis ke dompet Anda. Biasanya memakan waktu 5–15 menit.
Langkah 4 — Beli Bitcoin
Setelah memiliki USDT di dompet spot, masuk ke pasar Spot dan cari BTC/USDT. Market order terisi segera dengan harga terbaik saat ini. Limit order memungkinkan Anda menetapkan harga target dan menunggu. Anda bisa membeli pecahan Bitcoin berapa pun — tidak perlu membeli 1 BTC penuh.
Langkah 5 — Amankan Bitcoin Anda
Untuk jumlah kecil yang akan aktif diperdagangkan, menyimpan di bursa sudah nyaman. Untuk kepemilikan besar atau tabungan jangka panjang, pindahkan Bitcoin ke hardware wallet seperti Ledger atau Trezor. Tulis seed phrase (12 atau 24 kata) di atas kertas dan simpan secara offline. Jangan difoto, disimpan di cloud, atau dibagikan kepada siapapun.